Hubungan Investor

Tata Kelola Perusahaan

Sebagai warga korporasi (corporate citizen) yang baik Perseroan senantiasa menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip dan sistem tata kelola yang baik. Perseroan, oleh karena itu, memiliki Komite Audit, Sekretaris Korporasi dan Departemen Internal Audit sebagai perangkat dasar pelaksanaan prinsip tersebut. Perusahaan pun aktif memantau risiko-risiko usaha yang ada dan senantiasa berupaya mengantisipasi dan meminimalkan risiko tersebut sesuai dengan kebijakan dan strategi yang berlaku.

Selain itu Perusahaan juga tidak lupa memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat dan lingkungan sekitar dengan melakukan beberapa program sosial sebagai bentuk tanggung jawabnya.

 

URAIAN DEWAN KOMISARIS
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali.

Hingga saat ini Perseroan memiliki 5 (lima) Komisaris, dua di antaranya yang mana adalah Komisaris Independen, yang bertugas mengawasi kebijakan dan kinerja Direksi dalam menjalankan rencana usaha Perseroan serta mendorong penerapan tata kelola yang baik di ling- kungan Perseroan.

Dewan Komisaris bertugas untuk melakukan pengawasan dan penilaian atas pengelolaan Perseroan oleh direksi dan mengawasi komisi-komisi yang berada di bawah Dewan Komisaris.

Profil Dewan Komisaris dapat dilihat pada halaman 6-8.

Sesuai dengan aturan yang berlaku frekuensi Rapat Dewan Komisaris adalah minimal 2 (dua) kali dalam setahun. Pada tahun 2010, Dewan Komisaris telah mengadakan pertemuan sebanyak 6 (enam) kali yaitu pada tanggal 1 Februari 2010, 2 Maret 2010, 8 April 2010, 12 Agustus 2010, 12 November 2010 dan 6 Desember 2010 dengan rata-rata tingkat kehadiran 60 persen.

 

 

URAIAN DIREKSI
Direksi Perseroan terdiri dari 8 (delapan) Direktur, dua diantaranya yang mana adalah Direktur Tidak Terafiliasi. Tugas utama Direksi adalah memimpin dan menjalankan Perseroan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi, dan juga rencana dan strategi usaha yang telah ditetapkan.

Profil Direksi Perusahaan dapat dilihat pada halaman 13-18.

Frekuensi pertemuan Direksi sesuai aturan yang berlaku adalah 2 (dua) kali dalam setahun. Pada tahun 2010, Rapat Direksi diadakan sebanyak 6 (enam) kali, yaitu pada tanggal 1 Februari 2010, 2 Maret 2010, 8 April 2010, 12 Agustus 2010, 12 November 2010 dan 6 Desember 2010. Tingkat kehadiran rata-rata para Direktur dalam Rapat Direksi ini adalah 48 persen.

 

 

URAIAN MENGENAI REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKTUR
Remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi selama tahun 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar Rp 13,7 miliar dan Rp 11,9 miliar.

KOMITE AUDIT
Komite Audit dibentuk dan diangkat oleh Dewan Komisaris pada tanggal 8 November 2007. Tugas utamanya adalah membantu Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap Direksi dalam menjalankan rencana usaha Perseroan.

Masa jabatan Komite Audit sama dengan Dewan Komisaris. Saat ini, Komite Audit terdiri dari 3 (tiga) anggota termasuk Ketua, dan wajib mengadakan rapat umum minimal satu kali dalam setahun. Sepanjang tahun 2010, Komite Audit telah mengadakan rapat sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada tanggal 1 Februari 2010 dan 12 Agustus 2010 dengan tingkat kehadiran rata-rata 100 persen.

Ada pun susunan Komite Audit adalah sebagai berikut:

Posisi                  Nama                                 Jabatan lainnya di Perusahaan
Ketua                   Widigdo Sukarman         Komisaris Independen
Anggota               Thomas Bambang          Komisaris Independen
Anggota               Lanny Bambang   

 

 

KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI
Hingga tahun 2010, Perseroan belum mempunyai Komite Nominasi dan Remunerasi.

 

 

KOMITE PEMANTAUAN RISIKO
Komite ini diketuai oleh Direktur Pengelola Sub-holding Sekretariat Komite yaitu Manajer Risiko.

Anggota tetap terdiri dari:
-  Direksi Sub Holding/Direktur Proyek

 

Anggota tidak tetap terdiri dari:
-  Manajer Umum Proyek yang terkait
-  Audit Internal

 

 

VISI DAN MISI
Visi
Mengelola Risiko untuk memaksimalkan kemampuan Perusahaan dalam mencapai sasaran Perusahaan yang mengarah pada maksimalisasi Nilai Perusahaan dan Kekayaan Pemegang Saham.

Misi
Mewujudkan visi Perusahaan dengan membangun sistem dan pendekatan Manajemen Risiko yang komprehensif untuk mengantisipasi, mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengelola risiko-risiko material terhadap pencapaian Sasaran Perusahaan.

 

CAKUPAN RISIKO
Mencakup setiap kejadian-kejadian penting atau keadaan yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran-sasaran Perseroan, termasuk risiko strategis, keuangan, operasional, hazard, maupun kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

 

 

KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN
Penerapan Manajemen Risiko secara terintegrasi dengan pendekatan multi aspek atau dikenal dengan istilah Enterprise Wide Risk Managemen (ERM), sudah dilaksanakan sejak tahun 2009.  Progress penerapan di tahun 2010 sudah lebih baik dibandingkan tahun 2009, dimana dari awal tahun 2010 sejumlah proyek sudah menyusun daftar risiko yang sudah disaring menurut skala prioritas yang didiskusikan disetujui bersama Direktur Proyek masing-masing, termasuk tindakan mitigasi yang akan dilakukan selama tahun 2010.

Dari daftar risiko dan rencana mitigasi yang sudah disusun tersebut, akan terlihat peta risiko awal tahun / bawaan yang dikenal dengan istilah inherent risk, yang akan dimitigasi dan dipantau implementasi mitigasinya sehingga diharapkan dapat menurunkan tingkat risikonya menjadi residual risk yang dapat diterima.

Selain laporan tindakan mitigasi, proyek-proyek juga akan melaporkan kejadian insidentil baik yang biasa maupun kritis jika ada, yang dilaporkan setiap bulan. Kelancaran pelaporan dan monitoring tingkat risiko melalui peta risiko memang masih perlu terus mengalami penyempurnaan hingga dapat menjadi kebiasaan individu dan budaya Perusahaan serta menjadi bagian dalam proses pengambilan keputusan Manajemen di seluruh lini dan seluruh unit usaha.

 

 

PENGAWAS MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN
Manajer Manajemen Risiko:
Adi Subrata, 47 tahun.
Saat ini juga merangkap sebagai Pengawas Keuangan Mal Ciputra Jakarta Semarang.

Pengawas Manajemen Risiko:
1.    Agung Trihendardoyo, 36 tahun.
       Merangkap sebagai Accounting Staff Hotel Ciputra Jakarta.
2.    Rudy Sani Ramli, 42 tahun.
       Merangkap sebagai Pengawas Departemen Sumber Daya Manusia Hotel Ciputra Jakarta.

3.    Veronica Ria E., 40 tahun.
       Merangkap sebagai Kepala Sumber Daya Manusia Mal Ciputra Semarang.
4.    Setyoadhi Pratomo, 46 tahun.
       Merangkap sebagai Head of Engineering Hotel Ciputra Semarang.
5.    Ibrahim Andi, 30 tahun.
       Merangkap sebagai Collection Officer Ciputra World Jakarta.

 

 

KOMITE-KOMITE LAIN YANG DIMILIKI PERUSAHAAN
Selain komite-komite di atas, Perseroan tidak memilki komite lain.

 

 

URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SEKRETARIS KORPORASI
Selain Komite Audit, Perseroan juga memiliki Sekretaris Korporasi yang berfungsi untuk melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik, terutama dalam hal keterbukaan informasi. Sekretaris Korporasi juga bertugas memastikan Perusahaan mematuhi segala ketentuan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dan Bursa Efek Indonesia, serta sebagai jembatan antara Perseroan dengan masyarakat.

 

 

URAIAN MENGENAI PELAKSANAAN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL

KETERBUKAAN INFORMASI
Perseroan tanpa lalai senantiasa menerapkan prinsip keterbukaan informasi kepada semua pihak yang membutuhkan dengan secara rutin melaporkan informasi mengenai laporan keuangan, hasil penggunaan dana IPO, transaksi material, hasil Rapat Umum Pemegang Saham, paparan publik serta informasi penting lainnya, sesuai dengan peraturan Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta Bursa Efek Indonesia.

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
Perseroan telah menyusun dan mempunyai Sistem Pengendalian Internal berupa serangkaian kebijakan dan prosedur standard dalam menjalankan setiap kegiatan operasionalnya serta system informasi dan pelaporan untuk menunjang pengambilan keputusan
manajemen. Sistem ini terus mengalami penyempurnaan dan hingga saat ini dinilai cukup efektif untuk mengendalikan dan meminimalkan risiko yang ada.

Adalah tugas divisi Audit Internal untuk memastikan system pengendalian internal yang ada sudah baik dan efektif dijalankan di setiap lini usaha, sesuai dengan misi yang tercantum dalam Piagam Audit Internal, yaitu untuk memberikan penilaian yang obyektif dan independen serta memberikan layanan konsultatif dalam hal keefektifan dan kecukupan control, manajemen risiko dan tata kelola perusahaan.

 

Selama tahun 2010, Audit Internal telah melakukan hal-hal sebagai berikut:
•    Menyusun Rencana Audit tahunan untuk audit unit-unit usaha maupun kantor pusat, dan telah menyelesaikan seluruh penugasan audit sesuai rencana;

•    Lingkup audit meliputi pengujian dan evaluasi atas kecukupan dan keefektifan pelaksanaan sistem pengendalian internal;

     penilaian atas efektifitas dan efisiensi di bidang keuangan, akuntansi, pemasaran, sumber daya manusia, operasional,

     teknologi informasi, dan kegiatan lainnya dengan pendekatan risiko (risk based audit), serta pendeteksian atas kemungkinan terjadinya pelanggaran atau kecurangan;
•    Memberikan saran perbaikan atas system pengendalian internal yang diperlukan, serta membahasnya bersama Direktur

     dan jajaran manajemen terkait;
•    Memantau tindak lanjut perbaikan yang telah disepakati;
•    Menyusun dan melaporkan hasil audit beserta tindaklanjutnya kepada Direktur Utama;
•    Melaporkan secara berkala progres dan hasil audit serta tindak lanjut Direksi dan manajemen kepada Komite Audit dan

     Dewan Komisaris;
•    Mengevaluasi mutu Audit Internal yang dilakukan dan melakukan penyempunaan program audit, audit teknik, sistem

     pelaporan maupun meningkatkan kompetensi para auditor.

 

 

URAIAN MENGENAI UNIT AUDIT INTERNAL

MISI
Memberikan keyakinan (assurance) dan konsultasi yang bersifat independen dan obyektif dengan tujuan untuk meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional Perseroaan, melalui pendekatan yang sistematis, dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses tata kelola perusahaan.

 

LINGKUP TUGAS
Memastikan apakah manajemen risiko, pengendalian, dan pengelolaan Perseroan yang dirancang dan dijalankan manajemen sudah cukup dan berfungsi baik, meliputi:
•    Risiko telah cukup diidentifikasi dan dikelola.
•    Interaksi dengan para pihak pengelola berlangsung sesuai semestinya.
•    Informasi penting keuangan, manajerial, dan operasional adalah akurat, handal, dan tepat waktu.
•    Tindakan karyawan sesuai dengan kebijakan, standard, prosedur, hukum dan peraturan yang berlaku.
•    Sumber daya diperoleh secara ekonomis, digunakan secara efisien, dan cukup terlindungi.
•    Program, Rencana, dan Sasaran dapat dicapai.
•    Kualitas dan perbaikan yang berkesinambungan terpelihara di dalam proses pengendalian perusahaan.
•    Peraturan dan Undang-undang penting yang berpengaruh terhadap perusahaan telah diketahui dan diperhatikan secara

     layak.

 

Potensi perbaikan atas pengendalian manajemen, profitabilitas, dan image perusahaan dapat ditemukan selama proses audit, dan akan dikomunikasikan ke level manajemen yang memadai.
Audit Internal juga dapat menjadi mitra pemecahan masalah atas persoalan manajemen dan operasional yang dihadapi Perseroan.

 

 

STRUKTUR DAN KEDUDUKAN
Struktur dan kedudukan Unit Audit Internal adalah sebagai berikut:
•    Unit Audit Internal dipimpin oleh seorang kepala Unit Audit Internal.
•    Kepala Audit Internal diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas persetujuan Dewan Komisaris.
•    Direktur Utama dapat memberhentikan kepala Unit Audit Internal, setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris, jika

     kepala Unit Audit Internal tidak memenuhi persyaratan sebagai auditor internal sebagaimana diatur dalam piagam ini

     dan atau gagal atau tidak cakap menjalankan tugas.
•    Kepala Unit Audit Internal bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
•    Auditor yang duduk dalam Unit Audit Internal bertanggung jawab secara langsung kepada kepala Unit Audit Internal.
•    Larangan perangkapan tugas dan jabatan auditor dan pelaksana yang duduk dalam Unit Audit Internal dari pelaksanaan

     kegiatan operasional baik di Perseroan. maupun anak perusahaan.

 

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Unit Audit Internal memiliki tugas dan tanggung jawab:
•    Menyusun dan melaksanakan Rencana Audit Internal Tahunan;
•    Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengenda-lian interen dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan

     perusahaan;
•    Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya

     manusia, pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan lainnya;
•    Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkatan

     Manajemen;
•    Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut   kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris;

•    Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;
•    Bekerja sama dengan Komite Audit;
•    Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya;
•    Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan maupun anak perusahaan.

 

WEWENANG
Wewenang Unit Audit Internal meliputi antara lain:
•    Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang Perseroan terkait dengan tugas dan fungsinya;
•    Melakukan komunikasi secara langsung dengan Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan/ atau Komite Audit serta anggota dari

     Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan/ atau Komite Audit;
•    Mengadakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan/ atau Komite Audit;
•    Melakukan koordinasi kegiatan audit dengan kegiatan auditor eksternal;
•    Mengalokasikan sumber daya manusia, menentukan frekuensi, memilih subyek, menentukan cakupan tugas, dan

     menerapkan teknik yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran audit.

 

KODE ETIK
Kode Etik Audit Internal meliputi dua unsur, yaitu (1) Prinsip Dasar dan (2) Aturan Perilaku.

(1) PRINSIP DASAR
Auditor Internal diharapkan untuk menerapkan dan menegakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
-    Integritas
     Integritas auditor internal menetapkan kepercayaan dan dengan begitu menyediakan dasar bagi kepercayaan atas

     pertimbangan keahlian audit internal mereka.
-    Obyektifitas
     Auditor Internal memperlihatkan tingkatan yang paling tinggi dari obyektifitas profesional di dalam mengumpulkan,

     mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi tentang aktivitas atau proses yang sedang diuji. Auditor Internal

     membuat suatu penilaian yang seimbang dari semua keadaan yang relevan dan tidaklah terlalu dipengaruhi oleh

     kepentingannya sendiri atau oleh orang lain di dalam membentuk pertimbangan keahliannya.
-    Kerahasiaan
     Auditor Internal menghormati nilai dan kepemilikan informasi yang mereka terima dan tidak mengungkapkan informasi

     tanpa otoritas yang sah kecuali jika ada suatu kewajiban yang sah menurut hukum atau profesi untuk melakukannya.
-    Kemampuan
     Auditor Internal menerapkan pengetahuan, keteram-pilan, dan pengalaman yang diperlukan dalam melaksanakan

     pelayanan/ jasa audit internal.

 

(2) ATURAN PERILAKU
-    Integritas
     •    Akan melaksanakan pekerjaannya dengan jujur, rajin, dan bertanggung jawab.
     •    Akan mengamati hukum dan membuat pengungkapan yang diharapkan oleh hukum dan profesi.
     •    Dengan sadar tidak akan menjadi suatu bagian atas setiap aktivitas yang tidak sah, atau terlibat dalam tindakan yang

          dapat menghilangkan kepercayaan kepada profesi audit internal atau departemen Audit Internal.
     •    Akan menghormati dan berperan untuk tujuan Perseroan yang sah dan etis.

-    Objektifitas
     •    Tidak akan mengambil bagian dalam setiap aktivitas atau hubungan apapun yang dapat merusak atau diduga merusak

          penilaian mereka yang tidak memihak. Keikutsertaan ini meliputi aktivitas atau hubungan yang mungkin akan bertentangan

          dengan kepentingan Perseroan.
     •    Tidak akan menerima suatu apapun yang dapat merusak atau diduga merusak pertimbangan keahlian profesional mereka.

     •    Akan mengungkapkan semua fakta-fakta penting yang diketahui oleh mereka yang jika tidak diungkapkan dapat

          merubah pelaporan aktivitas yang sedang diteliti.

-    Kerahasiaan
     •    Akan berhati-hati dalam menggunakan dan melindungi informasi yang diperoleh selama bertugas.
     •    Tidak akan menggunakan informasi untuk keuntungan pribadi apapun atau dengan cara apapun yang akan bertentangan

          dengan hukum atau yang akan merugikan tujuan Perseroan yang sah dan etis.

-    Kemampuan
     •    Hanya akan melibatkan diri dalam pelayanan di mana mereka mempunyai pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman

          yang diperlukan.
     •    Akan melaksanakan pelayanan audit internal sesuai dengan Standar Praktek Profesional Audit Internal.
     •    Secara terus menerus akan meningkatkan kemampuannya dan efektivitas serta kualitas pelayanannya.

 

 

 

PERTANGGUNGJAWABAN
Kepala Unit Audit Internal dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan memiliki akses ke Dewan Komisaris, untuk:
•    Menyampaikan hasil penelaahan tahunan atas kecukupan dan keefektifan pengendalian internal dan manajemen

     resiko dari proses operasi Perseroan / unit usaha yang ada.
•    Melaporkan issue penting sehubungan dengan pengendalian internal perusahaan / unit usaha, dan rekomendasi

     perbaikan yang dapat ditempuh.
•    Secara berkala menyampaikan status dan hasil atas Rencana Audit Tahunan dan kecukupan sumber daya Unit.
•    Berkoordinasi dan bekerjasama dengan fungsi pengendalian lainnya yang ada (komite audit, auditor eksternal, dll).

 

Unit Audit Internal Perseroan dipimpin oleh Kepala Unit Audit Internal yaitu Martin Rahardja, umur 31 tahun, seorang sarjana lulusan Fakultas Ekonomi/Akuntansi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta.

 

 

URAIAN MENGENAI MANAJEMEN RISIKO PERSEROAN

USAHA PENGELOLAAN RISIKO
Perseroan dihadapi oleh risiko dalam berbagai aspek usahanya. Oleh karena itu, Perseroan senantiasa meningkatkan upaya dan kemampuan pengelolaan risikonya. Segala hal atau kejadian yang berpotensi menjadi risiko dikaji secara seksama melalui penerapan ERM (Enterprise Wide Risk Management) agar tidak berkembang menjadi risiko. Dengan demikian, Perseroan dimungkinkan untuk menjalankan usahanya secara hati-hati, dan selalu waspada terhadap risiko-risiko yang terkandung dalam pengambilan keputusan dan aktivitas operasionalnya.

 

RISIKO USAHA
Setiap kegiatan usaha pasti memiliki faktor risiko yang melekat dan harus senantiasa diperhatikan dengan seksama karena apabila diabaikan faktor risiko tersebut dapat berdampak negatif terhadap operasional, pendapatan dan aset Perseroan. Beberapa risiko utama tersebut antara lain:
Risiko Keterbatasan Lahan

   Kendati rencana pengembangan usaha Perseroan juga meliputi akuisisi lahan di daerah dengan tingkat pertumbuhan

   tinggi dan di sentra usaha Jakarta, namun ketersediaan tanah di daerah tersebut sangat terbatas. Tidak terealisasinya

   akuisisi tersebut akan berimbas pada rencana yang sudah ditetapkan dan berisiko mempengaruhi kondisi keuangan

   dan hasil operasi Perseroan di masa mendatang.
Risiko Kepastian Hukum

   Perseroan senantiasa berupaya mendapatkan Hak Guna Bangunan (HGB) dan hak pengembangan atas tanah yang

   diakuisisi. Namun demikian, tidak adanya kepastian penegakan hukum undang-undang pertanahan dan tidak seragamnya

   hak atas tanah di Indonesia membawa risiko terjadinya perselisihan atas hak kepemilikan tanah yang dibeli dari pemilik sebelumnya.

Risiko Fluktuasi Pasar Properti

   Industri properti Indonesia memiliki siklus dan dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan kondisi ekonomi umum

   maupun lokal, seperti tingkat pengangguran, ketersediaan pembiayaan, suku bunga, tingkat kepercayaan konsumen

   dan permintaan produk properti, baik ritel, kantor, hotel maupun perumahan. Dengan demikian risikonya selalu ada

   di mana proyek baru bisa dipasarkan saat pasar sedang mengalami depresi, padahal pengembangan, pembiayaan

   dan penggunaan sumber daya lainnya sudah dilakukan jauh sebelumnya. Tekanan semacam ini di industri
   properti Indonesia dapat mempengaruhi bisnis, kondisi keuangan dan hasil operasi Perseroan.
Risiko Keuangan/Pembiayaan

   Aktivitas pengembangan properti membutuhkan modal investasi yang besar. Perseroan mungkin saja perlu mencari

   pembiayaan tambahan atau eksternal untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun demikian, tidak ada jaminan

   bahwa pembiayaan tambahan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dapat tersedia untuk Perseroan, atau

   jika tersedia, pembiayaan tersebut bisa didapatkan dengan persyaratan yang menguntungkan bagi Perseroan.
Risiko Persaingan

   Dalam beberapa tahun terakhir, industri properti di Indonesia semakin didominasi oleh persaingan yang ketat,

   tidak hanya antara pengembang properti lokal tetapi juga dengan pengembang mancanegara. Persaingan yang

   semakin ketat dapat menyebabkan peningkatan biaya untuk akuisisi tanah, berlebihnya persediaan lahan dan

   lambatnya proses persetujuan untuk pengembangan properti baru oleh yang berwenang. Semuanya dapat

   berpengaruh buruk terhadap usaha dan kinerja Perseroan.

Risiko Ekonomi

   Industri properti dihadapi oleh risiko ekonomi yang mencakup faktor-faktor yang secara sendiri-sendiri maupun

   bersamaan dapat berdampak negatif terhadap para pelaku industri properti. Fluktuasi nilai tukar Rupiah

   terhadap Dolar AS, tingkat suku bunga dan inflasi semuanya berdampak besar pada posisi keuangan Peseroan,

   daya beli konsumen, tingkat belanja konsumen dan permintaan pasar ritel.
Risiko Lainnya

   Kegiatan usaha Perseroan juga dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, sosial politik, bencana alam, serangan

   teroris, kebakaran dan risiko lainnya. Guna menghadapi dan memitigasi risiko-risiko tersebut, Perseroan telah

   melakukan berbagai langkah seperti selalu menjaga kualitas dan keunikan dari properti yang dibangun,

   mengasuransikan aset-aset utamanya, aktif mencari lahan untuk lokasi pengembangan baru, mencari pendanaan

   baik melalui perbankan maupun melakukan aksi korporasi di pasar modal untuk memenuhi kebutuhan dana yang

   besar dan berbagai program lainnya.

 

 

URAIAN MENGENAI KEGIATAN PEMASARAN PERSEROAN
Selama tahun 2010, Perseroan telah mengeluarkan biaya untuk seluruh kegiatan promosi dan pemasaran seluruh unit usahanya sebesar Rp 22 miliar.

 

 

URAIAN MENGENAI AKTIVITAS PERSEROAN YANG BERKAITAN DENGAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
Sebagai bentuk komitmennya terhadap tanggung jawab sosial perlindungan konsumen, Perseroan menyediakan layanan customer care yang dapat diakses melalui telepon atau e-mail 24 jam setiap harinya untuk masing-masing bidang usaha Perseroan.

 

 

URAIAN MENGENAI TANGGUNG JAWAB PERSEROAN TERHADAP LINGKUNGAN
Menjaga lingkungan dengan membangun dan mengelola tempat tinggal atau gedung perkantoran yang ramah lingkungan.

 

Hal ini dilakukan dengan menerapkan konsep ”Go Green” pada setiap proyek Perseroan, dengan semaksimal mungkin memanfaatkan teknologi lingkungan yang dapat meminimalkan pemakaian energi. Semisal menyediakan ventilasi yang menghasilkan sirkulasi udara yang baik sehingga dapat mengurangi pemakaian AC dan penyediaan halaman yang dapat dipakai sebagai ruang terbuka hijau.

 

PERKARA HUKUM
Perseroan dan Anak Perusahaan tidak sedang terlibat dalam kasus dan perkara hukum di Indonesia maupun di luar negeri, baik berupa gugatan atau sedang dalam status penyelesaian perkara atau gugatan yang berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan, pendapatan, aset dan kelangsungan usaha Perseroan dan Anak Perusahaan.

AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAAN
Perseroan memiliki situs yang memuat berbagai informasi penting dan dapat diakses oleh public, www.ciputraproperty.com. Investor dan publik juga bisa mendapatkan informasi dan penjelasan lebih lanjut mengenai Perseroan melalui alamat dan e-mail Perseroan di investor@ciputraproperty.com.

ETIKA DAN KODE PERILAKU PERSEROAN
Kode Perilaku merupakan seperangkat Praktik-praktik Tata Kelola Perusahaan yang menjelaskan nilai dan standar praktik usaha yang dijalankan oleh Perseroan dan menjadi acuan bagi setiap individu yang bergabung di dalamnya, dan sekaligus memberi penjelasan kepada pihak yang paling berkepentingan (Pemegang Saham) bagaimana Perseroan menjalankan usahanya.

Filosofi yang mendasari Kode Perilaku Perseroan adalah Integritas, yaitu usaha untuk menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan moral dalam bekerja untuk menciptakan iklim bekerja yang kondusif dan mengoptimalkan nilai bagi Pemegang Saham sesuai dengan visi dan misi Perseroan.

 

Kunci keberhasilan implementasi Kode Perilaku adalah Kerja Sama dan Peran Serta dari seluruh pengurus dan karyawan. Ketiga hal ini juga merupakan penyataan atas budaya Perseroan yang diharapkan mampu menjadi etos kerja dan citra positif di hati individu maupun publik.

Setiap pengurus dan karyawan Perseroan menerima salinan Kode Perilaku. Semua pasal dan aturan dalam Kode Perilaku Perseroan berlaku bagi semua individu tanpa kecuali. Perseroan akan menjatuhkan sanksi bagi pengurus dan karyawan yang melanggar aturan yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Perusahaan dan perundang-undangan yang berlaku.